SUGENG RAWUH

Sabtu, 14 Januari 2012

Kata-Kata Mutiara

keputusan terbaik terkadang butuh:
- pengorbanan yang besar
- melepas yang dirasa tak mungkin,
- memilih tak seperti biasanya
sehingga keputusan yang dihasilkan membuat kita lebih: berani, sabar, ikhlas, dan bertanggung jawab.

awalnya aku tidak tau, namanyatidak terukir dalam catatan harianku,asal-usulnya tak hadir dalam diskusi kehidupankuwajahnya tak teukir dalam sketsa mimpi-mimpiku, indah suaranya tak terekam dalam pita batinku,
namun, dia hidup bersamaku dalam sebuah ikatan PERSAUDARAAN. dalam hangatnya dekapan UKHUWAH. siapakah dia?? dia adalah SAHABATKU ^_^

manusia akan segan kepadamu menurut kadar takutmu kepada Allah, manusia akan mencintaimu menurutkadar cintamu kepada Allah dan manusia akan sibuk menolong urusanmu menurut kadar kesibukanmu untuk Allah. ^_^

Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup,tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses. ^_^

Selasa, 03 Januari 2012

Kata Mutiara

Ciri-ciri seorang pemenang:
- Mampu mengucap syukur dalam segala hal
- Mampu menguatkan orang lain meski diri sendiri dalam kelemahan
- Mampu menolong orang lain meskipun diri sendiri tidak ada yang menolong
- Selalu berusaha berdiri tegak meskipun kai terasa goyah
- Mampu tersenyum meskipun hati menangis
- Selalu berusaha berlari meskipun tidasa kekuatan
- Mampu menghibur orang lain meskipun diri sendiri dalam kesedihan

hidup mengajari kita tentang bersyukur di fajar hari, juga tentang kerja kerasdi terik siang, tersenyum saat senja menjelang, serta merasa damai kerika terlelap dalam malam, Allah tau lelahnya raga kita hari ini. Dia juga tau berkurangnya jatah bersantai yangharus kita nikmati. Allah Maha Tau.
karenanya tersenyumlah! Karena senyum kita akan dibalas-Nya dengan rangkain berkah tiada tara.
Apa kabar hati? semoga selalu tertata rapi, Apa kabar jiwa? semoga teduh dalam cinta-Nya. Apa kabar lisan? semoga selalu basah dengan dzikir-dzikir kepada-Nya. Apa kabar cinta? semoga tetap Allah yang paling utama. Apa kabar rindu? semoga selalu syurga yang ditunggu. Apa kabar saudaraku? semoga bahagia selalu. ^_^



Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masalalu yang dilup[akan, anda tidak dapat hidup dengan baik jika anda tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu

sesungguhnya hakikat takut itu adalah engkau takut kepada Allah. sehingga mencegahmu berbuat maksiat (kitab al Khasyyah wal baka)

4 filosofi hidup:
1. belajarlah dari mbak Kuntilanak, karena betapapun susahnya hidup dia tetap tertawa
2. belajar juga dari tuyul, kecil-kecil udah pinter cari duit
3. Belajar pula pada pocong, dari dulu pakaiannya itu-itu saja (hidup sederhana)
4. dan belajar pada babi ngepet, tiap malim cuma pake lilin Ihemat listrik)
selamat mencoba ^_^


Jumat, 30 Desember 2011

KATA MUTIARA

Rasulullah bersabda "sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakanh engkautermasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga). [HR. Baihaqi]

sang pemenang tidak pernah menyerah dan orang-orang yang menyerah tidak pernah menang. Tidak penting berapa kali anda jatuh dan gagal. yang peling penting adalah apakah anda selalu bangkit kembali? Selama anda tidak berhenti, anda tidak akan gagal. Setiap kita memiliki peluang yang sama, karena itu teruslah bergerak!!!

semua orang menyukai intan dan tidak menyukai sampah,
semua orang mencari intan dan tidak mencari sampah..,maka jadilah intan, dimanapun berada akan selalu dicari orang dan jangan sampai menjadi sampah, dimanapun berada selalu dihinakan..,
intan tetaplah intan walau disimpan dalam tong sampah, selokan dan lumpur sekalipun, dihantam apapun tidak hancur, malah semakin kuat dan berharga, tidak heran apabila ia selalu diburu orang.
tidak demikian dengan sampah, walau berada di hotel mewah, di etalase toko, ia tetaplah sampah yang akan dicampakan..,,
apabila harga intan dilihat dari kemilau cahayanya, kelangkaannya..,, MAKA HARGA MANUSIA DILIHAT DARI KUALITAS AKHLAK, BUDI PEKERTI DAN ILMUNYA,
SEMAKIN TINGGI ILMU DAN SEMAKIN BAIK AKHKLAKNYA, IA AKAN SEMAKIN DIHARGAI DAN DICARI ORANG BAGAI SEBUTIR INTAN.
maka jadilah kalian orang-orang yang berilmu berakhlak mulia dan tangguhseperti intan,,!!

bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tetapi ketakutan itulah yang membuat kita sulit,
karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba!!!!!maka, jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi kapakan kepada MASALAH aku punya ALLAH yang maha segalanya.., ^_^

karena hidup adalah harapan, maka kita perlu bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya
janganlah terlali karena kacamata intan, karena harapan esokmu adalah mimpi hari ini,
harapan, agar hidup leih hidup dan jangan takut untuk melangkah dalam kebaikan
"bersemangatlah dalam menggapai apa-apa yang bermanfaat bagimu" (HR. Muslim)

tunggu postingan berikutnya ^_^

Kamis, 20 Januari 2011

Menjomblo Adalah Pilihan ^_^

Kebanyakan manusia tidak begitu saja menempuh jalan yang disyariatkan penciptanya. kadang mereka membuat aturan sendiri pada beberapa masalah. Pada masalah menjalin hubungan dengan lawan jenis ini kebanyakan manusia menepuh jalan awal pernikahan dengan pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan sang pencipta.

Melalui pacaran, pasangan yang berpacaran berharap bisa mengenal kepribadian dan seluk-beluk pasangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh hidup bersama. Walaupun lazim dilakukan manusia saat ini, ada juga yang tidak mengambil jalan pacaran ini, mereka menjadi generasi muda tanpa pacar dan hidup tanpa pacaran, bahasa gaul saat ini mencap mereka dengan gelar jomblo.

Beberapa macam alasan saat orang mengambil pilihan untuk menjadi jomblo :

1. Studi dulu

Sebagian anak muda merasa sadar akan pentingnya ilmu yang harus ia pelajari, sehingga mereka menunda masalah hubungan dengan lawan jenis dengan alasan karena masih sekolah/kuliah. Tidak bisa dipungkiri hubungan dengan lawan jenis berpotensi untuk mengganggu konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar pacaran.

2. Kerja dulu

Kebanyakan orang tua juga setuju dengan alasan ini jika anaknya menjomblo. biar kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa memberi makan anak orang, setelah itu silahkan pacaran!, demikianlah. Prientasi bekerja tentu saja mencari penghasilan. dengan demikian, yang belum bekerja dan tak ingin merepotkan orang tuanya mengambil alasan ini untuk tidak berpacaran.

3. Tidak laku-laku

Orang yang seperti ini termasuk kategori menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka tidak memilih untuk menjomblo. jadi jangan terkejut jika yang seperti ini masih giat mencari lawan jenis untuk dijadikan pacar, kalau ada yang mau, ya… ayo…!.

4. Malu kepada lawan jenis

Ini alasan yang berhubungan dengan kepribadian, pada dasarnya malu adalah sikap terpuji, dalam banyak hal seharusnya kita mempunyai akhlak malu ini. Dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu seharusnya lebih dikedepankan dan inilah sifat yang terpuji di mata syariat. Namun, adanya malu pada seseorang bisa jadi bukan karena orang itu sadar syariat, tetapi karena merasa tidak percaya diri, malu yang seperti ini bisa hilang ketika suatu saat kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi. Jadi jangan heran jika tiba-tiba si pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan lawan jenis setelah kelemahannya teratasi.

5. Karena AllaH Subhanahu Wa Ta’ala

Alhamdulillah inilah alasan yang tepat, mengapa menjomblo? karena pacaran tidak disyariatkan dan sarat maksiat. Memang ketika ingin menikah harus mengenal dan mengetahui calon pasangan hidup, namun pacaran bukanlah cara yang mesti ditempuh. Informasi mengenai calon pasangan hidup bisa diperoleh lewat sumber yang terpercaya; keluarganya, teman dekat maupun saudaranya tanpa harus mendekati si dia.

sumber : el-fata ed 5 vol

http://www.facebook.com/notes/fsi-al-kautsar-unj/menjomblo-adalah-pilihan/10150112139779467

Baca juga :
"AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri)"

Link :
http://www.facebook.com/notes/fsi-al-kautsar-unj/agar-jomblo-tetap-pd-percaya-diri/10150112126084467

Jumat, 07 Januari 2011

Sudahkah engkau berbuat untuk cinta...???

Sudahkah engkau berbuat untuk cinta...???
Apa bila kita pernah memiliki seorang kekasih yang kita cintai, mungkin saya, mungkin pembaca sekalian yang pernah jatuh cinta dan sudah akil baligh tentunya, maka saya akan mengajak pada saat, kita akan berbicara tentang sesuatu yang begitu indah dan ceritanya tak habis habisnya ditulis oleh orang diseluruh dunia ini, nikmat yang begitu indah dan sangat berharga.

Saat kita menyukai kekasih kita, maka akan ada usaha pada diri kita memberikan sesuatu yang terbaik untuknya, demikian pula saat kita diberikan sesuatu darinya, maka sesuatu itu akan kita jaga dan kita pelihara, jangan sampai sang pemberi menjadi kecewa karna pemberiannya kita abaikan, kalau toh pun ternyata dengan kehati-hatian kita masih juga tak mampu menjaga sesuatu dari kekasih kita, sehingga sesuatu itu rusak atau hilang, maka segeralah kita akan meminta maaf dan berusaha mengganti dengan yg lain, takut alang kepalang kalau-kalau sang kekasih marah. Demikianlah kira-kira pengaruh cinta dalam hubungan kita kepada orang yang kita cintai.

Nah dari rasa cinta dan segala efect yang ditimbulkan dari cinta ini, kita akan memahami cinta kita kepada Allah dan Rasulullah, kenapa arahnya cinta yang paling penting saya arahkan ke sana? karena cinta kepada Allah adalah salah satu syarat kesempurnaan Iman, kalau itu tidak bisa kita lakukan, maka keimanan kita dipertanyakan, kalau mengikuti bahasa hadits "Tidak-lah beriman seseorang sampai Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari selainnya", Makanya penting sekali kan Cinta itu?

Ada yang mengatakan, bagaimana kita membagi cinta kita kepada Allah dan kepada pasangan, anak dan keluarga kita, sebenarnya tak usah dibagi, semuanya arhkan cinta kepada Allah, kenapa demikian? karena dengan mencintai Allah maka makhluk disekitar kita apapun itu akan mendapatkan cinta kita, dan kalau kita cinta kepada Allah, maka tak seorang pun cemburu.

Mari kita lihat buah dari cinta kepada Allah, diantaranya adalah istri begitu menyayangi suami, dia begitu cintanya pd Allah, takut kalau Allah murka disebabkan suaminya yang marak kepadanya, akhirnya setiap hari dia akan berbuat yang terbaik untuk suaminya, mencuci pakaiannya, memasak makanan kesukaannya, melayaninya dengan penuh kasih dan sayang tak mau mengecewakannya, walaupun suaminya kasar misalnya atau tidak menampakkan kelembutan, tetapi sang istri tetap meladeni suaminya dengan penuh kasih sayang karna takut murka Allah, cintanya sebenarnya hanya pada Allah, dan kepatuhannya kpd suami juga karna diprintahkan Allah, kalau tidak maka dia sudah lari dan meninggalkan suaminya, apalagi kalau suaminya lembut dan membalas cintanya, maka sang istri itu akan semakin penuh hatinya dengan Cinta kepada Allah dan syukur karna mendapatkan sambutan cinta dari suami yang diyakininya adalah Anugrah Allah.

Jika Hati ini telah dipenuhi dengan Cinta kepada Allah, maka kita akan bersih-bersih untuk supaya Allah senang, menyayangi anak, istri, suami dan apa saja disekitanya, penuh dengan suka cita dan Cinta, karna Ingin dicintai Allah, sholat, puasa dan beribadah penuh dengan Cinta ingin Ridho Allah, yang akhirnya pikirannya akan selalu positif dan berperasangka baik kepada Allah, karna semuanya adalah anugrah Allah yang telah dia cintai dan diapun yakin Allah memberikan semuanya dengan Cinta, itulah mengapa ada seseorang mengatakan bahwa segala yang ada dihadapannya, baik ataupun buruk itu dirasakan ringan dan seolah tidak ada pengaruh apapun, karna jiwanya telah mabuk dengan Cinta kepada Allah, jika hal seperti ini terus di riyadhohkan (dilatih), maka tak ada artinya segala sesuatu kenikmatan dunia, yang ada dan diharapkan adalah Allah, RidhoNya, Cintanya.

Maka Umar bin Abdul Aziz kholifah zuhud rela makan dengan roti yang sudah keras dengan dicelupkan air minum sebagai sarapannya, sampai beliau kurus yang padahal sebelum menjadi kholifah beliau gagah dan kekar, tetapi setelah diberikan amanah kepemimpinan, beliau takut seandainya dengan jabatannya itu apabila dia salah menjalankannya akan mengundang kemurkaan Allah yang amat beliau cintai. Tetapi sungguh dengan kondisi itu beliau sangat bahagia dan ridho, karna beliau tahu Allah Ridho dan Cinta akan perbuatannya itu, beliau juga tahu bahwa apa yang dilakukannya itu disukai dan dicintai Allah.

Banyak lagi contoh cinta dari pada orang-orang pecinta sejati kepada yang di cintainya, seperti seorang muslimah yang cinta pd Rasulullah, ketika suaminya berperang dan dikabarkan suaminya telah mati syahid, beliau langsung bertanya "bagaimana keadaan Rasulullah" begitu mendengar keadaan Rasulullah sehat-sehat saja beliau tidak begitu sedih seraya berkata "Biarkan siapapun meninggal tetmasuk diriku ini meninggal terbunuh, asalkan Rasulullah tak ada yg mengganggu dan selamat" demikian cinta sahabat, mereka rela mengorbankan apasaja, bahkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan kekasih yg dicintainya.

Ketika rasulullah pamit menjelang wafat, beliau mengumumkan siapa yg pernah disakiti untuk membalas sebelum beliau wafat, sahabat ada yang mengaku telah tercambuk bagian perutnya, sehingga sahabat itu ingin membalasnya, hadir menawarkan kpd rasulullah hampir semua sahabat dekar Rasulullah Ali menawarkan untuk menggantikan cambukan itu karna cintanya kpd Rasulullah, sahabat yang lainnya memperingatkan "Tega-kah engkau melakukan itu?" yang pada akhirnya begitu rasulullah siap dicambuk dan membuka bajunya, sahabat itu memeluk dan mendekap rasulullah yang membuat semua sahabat iri dan ingin hati menadapatkan keberuntungan menyentuh kulit rasulullah SAW.

Subhanallah, Sudahkah hamba melakukan sesuatu untuk cinta? Ya Allah jadikan hati ini cinta dan rindu kepada Rasulullah, kepadaMu ya Rabbi. begitu indah Engkau menghiasi para Sahabat Rasulullah dengan Cinta, kami mohon berikan rasa cinta yang besar kepada hamba cinta padaMu dan kepada RasulMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu.

sumber : dkmnuruljannahpuribintarohijau.blogspot.com

Kamis, 09 Desember 2010

BERKAH SUBUH

Jamalullail Mahfudz

Di antara waktu waktu istimewa yang diciptakan Allah SWT untuk Muslim adalah saat Subuh. Di dalamnya terkandung banyak kebaikan. Begitu mulianya waktu Subuh, Rasulullah SAW secara khusus berdoa, “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka sengan bangun Subuh.” (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).

Rasulullah SAW mengungkapkan, bila umatnya bangun dan melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka Allah SWT akan melindunginya seharian penuh. Seperti dikatakan Jundab bin Sufyan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka, jangan coba-coba membuat Allah membuktikan jaminanNya.” (HR Muslim).

Berkah ada pada waktu pagi (albarakatu fi bukuriha), begitu ungkapan orang Arab. Benar, pagi memang memiliki banyak berkah. Salah satunya ketika berzikir pagi, yang begitu dianjurkan untuk memperoleh rahmatNya. “Dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhaanNya.” (QS Al Kahfi[18]:28).

Rasulullah Saw juga menjelaskan keberkahan zikir pagi antara shalat Subuh hingga terbitnya matahari, yang ditutup dengan shalat Dhuha. “Barangsiapa yang ikut shalat Fajar berjamaah di masjid, kemudian duduk berzikir mengingat Allah SWT sampai matahari terbit, lalu mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR Tirmidzi)

Keberkahan subuh juga membuka pintu pintu rezekiNya yang telah dihamparkan di hari itu. Sebab itu, Allah SWT menyerukan Muslim untuk menyambut rezekiNya dengan bersegera bangun pagi.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Baihaqi, diceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari shalat subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur tiduran. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, “Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hambaNya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”

Bersegeralah bangun saat subuh, ketika suasana pagi masih tampak sunyi, banyak keberkahan yang akan dilimpahkan Allah SWT kepada hambaNya. Allah SWT akan melindunginya seharian penuh, mengucurkan rahmat, memberi pahala yang banyak, membuka pintu-pintu rezeki, melimpahkan kesegaran pikiran dan ketenangan, dan menyehatkan badan ketika bergerak bangun tidur lalu melakukan wudhu dan melangkahkan kaki shalat Subuh berjamaah ke masjid

Minggu, 18 Juli 2010

Bekal Menuju Pernikahan

Oleh : Aa Gym

DARI lubuk hati yang paling dalam setiap insan pasti ingin memperoleh ketenteraman dalam rumah tangganya. Suami yang bisa melindungi istri, istri yang mampu mencintai dan mendidik anak-anak, anak-anak yang santun serta berbakti, adalah suatu cita-cita ideal yang akan terus bergolak dalam setiap jiwa.

Dengan demikian, untuk kedua mempelai, membangun keluarga menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, jelas membutuhkan persiapan yang baik. Sebuah keluarga tidak akan tumbuh serta merta menjadi baik dengan sendirinya tanpa persiapan yang baik pula. Lalu, faktor-faktor apa saja yang perlu kita persiapkan? Mudah-mudahan beberapa "resep" berikut ini dapat membantu membuat perjalanan pernikahan menjadi indah dan menenteramkan kalbu.

Pertama, software-nya,

yakni kalbu kita yang harus selalu yakin kepada Allah. Karena yang bisa menimbulkan orang stres, tidak bisa menerima kenyataan, sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia yang lemah kepada Allah. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri kita ini milik Allah. Calon istri atau suami kita adalah milik Allah. Yang mengetahui segala perasaan pada diri kita adalah Allah. Yang memerintahkan kita menikah adalah Allah. Pernikahan yang terjadi juga dengan izin Allah.

Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena pertolongan Allah. Jadi, kuncinya adalah Allah. Kalau kita tidak yakin kepada Allah, kita tidak akan mendapatkan kuncinya. Allah-lah yang menjanjikan kita berpasang-pasangan. Allah-lah yang menyuruh kita menikah. Dan menikah itu ibadah, sedang Allah menyuruh kita ibadah. Jadi, kita tidak perlu merasa ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Allah. Kita tidak boleh su'udzan sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena penampilan kita yang kurang menarik dan pendidikan yang rendah. Atau karena orangtua kita yang dianggap miskin. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Allah. Sebab wajah maupun harta yang ada pada kita sesungguhnya bukan milik kita, semuanya milik Allah.

Kedua, tingkatkan kepribadian kita supaya disukai Allah.

Perbaikilah apa pun yang dapat kita lakukan. Akhlak kita, perbuatan dan tingkah laku kita. Jagalah pandangan, bergaullah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Allah. Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat. Sebab sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Allah. Apa pun yang kita perbuat pasti disaksikan-Nya. Maka, meningkatkan kualitas diri supaya disukai Allah adalah hal paling penting.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan kemauan, keinginan, dan uang. Rumah tangga adalah samudera masalah. Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di dunia. Akan tetapi setelah menikah, tidak jarang seorang suami malah merasa bahwa di dunia ini ternyata banyak wanita yang cantik, kecuali istrinya. Hal-hal seperti itu pun harus dikendalikan dengan kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat hanya karena masalah seperti ini.

Belum lagi dengan masalah lain yang sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa. Mertua, adik kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang masih bayi misalnya, semua bisa berpotensi menjadi masalah kalau kita tidak dewasa dan arif dalam menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak matang, tidak dewasa, dan tidak arif, jelas hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Demikian pula halnya dengan istri.

Ketiga, persiapan ilmu,

terutama ilmu agama yang membuat kita bisa beribadah dan beramal dengan benar. Dan yakinlah bahwa Allah pun pasti akan menolong kita, kalau kita beribadah dan beramal dengan benar.

Ilmu agama penting dikuasai supaya kita tahu standar yang benar, mana yang hak dan mana yang batil. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah saw. Karena memang hanya rumah tangga Beliaulah yang dapat menjadi acuan tepat dalam menegakkan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari sejarah rumah tangga Beliau. Misalnya, ketika Beliau pulang ke rumah malam hari, lalu ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya tertidur.

Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya Beliau berbaring di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Akan tetapi paling tidak kita memiliki standar yang jelas.

Keempat, belajarlah ilmu umum,

seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh,atau cara memahami wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani haid, ngidam, saat kehamilan, saat melahirkan, dan lain sebagainya. Begitu pun istri harus memahami bagaimana perilaku suami. Bagaimana emosinya, bagaimana karakternya, dan lain-lain. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan hal-hal seperti ini sangat diperlukan.

Kelima, persiapkan dan tingkatkanlah keterampilan.

Seperti keterampilan menata rumah, mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup, dan lain-lain. Hal ini perlu dilakukan, baik oleh calon suami maupun calon istri. Sebab setelah menikah, keduanya berpeluang untuk berpisah. Suami harus berpikir bahwa ajal bisa datang menjemput kapan saja. Maka seandainya sang istri meninggal lebih dulu, jangan sampai kelabakan karena tidak bisa menggantikan peran istrinya. Begitu pun bagi istri, ia harus siap ditinggal suaminya. Maka ia harus siap memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah penghasilan.

Begitulah beberapa persiapan penting yang harus ditempuh bagi siapa pun yang sudah berniat berumah tangga. Semakin maksimal mempersiapkannya, insya Allah masalah apa pun yang dihadapi tidak akan membuat goyah. Melainkan tetap tegar dan yakin bahwa Allah akan menolongnya, sebagaimana firman-Nya, "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. An-Nuur: 32)

http://pernikahansejoli.multiply.com/journal/item/13/Bekal_Menuju_Pernikahan